KETE'KESU


https://regional.kompas.com/read/2022/06/11/184913778/desa-kete-kesu-toraja-daya-tarik-harga-tiket-dan-cara-menuju?page=all


    Desa Kete Kesu merupakan desa tradisional di Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kete Kesu merupakan desa tertua di Sanggalangi, usianya diperkirakan mencapai 400 tahun. Desa Kete Kesu seperti museum hidup, wisatawan yang bertandang ke desa ini akan melihat tradisi unik masyarakat Toraja. Desa Kete Kesu Daya Tarik Desa Kete Kesu Desa Kete Kesu menawarkan wisata tradisional di Toraja. Desa ini tidak berubah sejak pertama kali berdiri. Di desa ini, wisatawan dapat melihat rumah adat Tongkonan yang berjajar rapi serta upacara adat rambu solo, yang merupakan upacara kematian.

     Rumah Tongkonan yang diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun ini ditempat sekitar 20 keluarga. Ada delapan rumah adat Tongkonan yang diatur berbaris dan berhadapan dengan lumbung padi yang terhubung. Dinding rumah adat Tongkonan dihiasi dengan tanduk kerbau dan ukiran indah sebagai penanda status pemilik rumah.

    Menurut masyarakat Toraja, masyarakat yang berdarah bangsawan yang boleh membangun rumah adat Tongkonan. Sedangkan, masyarakat biasa tinggal di rumah yang lebih kecil dengan desain yang tidak terlalu rumit, seperti Tongkonan. Rumah adat Tongkonan memiliki ciri khas memiliki atap seperti perahu. Proses pembuatan rumah dibantu oleh seluruh anggota keluarga. Tongkonan di Kete Kesu dibuat pertama kali pada abad ke-17. Salah satu rumah adat Tongkonan di Desa Kete Kesu telah diubah menjadi museum. Museum tersebut berisi benda-benda bersejarah, keramik Tiongkok, patung, belati, parang, hingga bendera pertama yang pernah dikibarkan di Toraja. Museum itu juga membuka workshop untuk wisatawan yang ingin melatih ketrampilan membuat kriya dari bambu. 

    Pemakaman kuno Tidak jauh dari Tongkonan, ada bantu menhir di tengah sawah sebagai jalan menuju bukit Buntu Kesu. Bukit itu merupakan situs pemakaman kuno yang berusia 700 tahun. Jalur menuju bukit banyak berserakan tengkorak dan tulang manusia, beberapa diantaranya menumpuk pada suatu bejana. Baca juga: Mengenal Tradisi Manene, Ritual Mengganti Pakaian Jenazah Khas Toraja dan Maknanya Pada tebing bukit terdapat lubang untuk menguburkan mayat. Dalam tradisi setempat, warga yang berdarah bangsawan akan di makamkan di lubang tinggi, sedangkan orang biasa di kaki bukit.

    Masyarakat Toraja percaya bahwa semakin tinggi orang tersebut dikubur, maka akan semakin mudah menuju jalan surga. Masyarakat Desa Kete Kesu dikenal sebagai pengrajin ukir yang terampil. Bambu atau batu diukir abstrak maupun geometris.

sumber:https://regional.kompas.com/read/2022/06/11/184913778/desa-kete-kesu-toraja-daya-tarik-harga-tiket-dan-cara-menuju?page=all

open this video :youtube ketekesu

Kesimpulan : 

Indonesia memiliki berbagai macam keindahan alam yang sangat indah dan wajib kita kunjungi, kita harus selalu mensyukuri segala sesuatu yang ada itu. Ketekesu merupakan daya tarik wisata yang wajib di kunjungi saat berpergian ke Toraja loh..

See u all in the next blog


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Literasi Digital